Warga Hidup dalam Ketakutan Akibat Tebing Galian di Bagendung Cilegon

Kondisi galian di Kelurahan Bagendung

CILEGON – Hidup berdampingan dengan tebing curam setinggi puluhan meter membuat warga di Kelurahan Bagendung, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon membuat rasa cemas setiap hari. Tebing itu terbentuk akibat aktivitas galian tanah berlangsung tanpa henti kurang lebih selama dua bulan terakhir.

Umamah, salah satu warga yang rumahnya kini hanya berjarak dua jengkal dari bibir tebing, mengaku hampir setiap malam sulit tidur.

“Siang malam operasi tanpa henti. Getarannya terasa banget di dalam rumah, bisingnya parah sampai ganggu tidur. Tiap hari saya khawatir rumah longsor, bikin was-was terus,” ungkapnya dengan nada kesal, Senin (8/9/2025).

Selain mengancam keselamatan, aktivitas galian itu juga diduga dilakukan tanpa memperhatikan aspek lingkungan maupun izin resmi.

“Dari tetangga saya dengar, tanah yang dijadikan galian sekarang cuma dibeli Rp100 ribu per meter sama pengusaha,” beber Umamah.

Pemandangan bukit hijau yang dulu berdiri kini berganti tebing terjal yang sewaktu-waktu bisa longsor.

“Dulu ini bukit, sekarang jadi tebing curam. Ngeri banget,” tambah Umamah.

Sementara kepala Kelurahan Bagendung, Eha Nursoleha, menegaskan pihaknya tidak pernah menerima laporan resmi terkait aktivitas tersebut. Bahkan, pihak kelurahan sudah berulang kali mengingatkan agar pengusaha tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memikirkan dampaknya bagi warga.

“Sebelumnya juga pernah terjadi di RT 004, tapi langsung kami tutup setelah ada mediasi warga. Karena jelas meresahkan,” ujarnya.

Ia juga meminta agar setiap kegiatan serupa selalu dikomunikasikan dengan pihak kelurahan.

“Minimal konfirmasi lah ke pihak kelurahan. Kalau ada kegiatan, tolong pengusaha jangan hanya mikirin keuntungan. Perhatikan juga keselamatan dan lingkungan warga,” ungkapnya. [red/Anjab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *