CILEGON – Rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) Kota Cilegon kembali jadi sorotan publik. Proyek strategis ini disebut-sebut akan membuka akses baru bagi wilayah Purwakarta, Jombang, Grogol hingga Gerem yang selama ini terkendala keterbatasan jalur transportasi.
Wali Kota Cilegon, Robinsar menegaskan bahwa JLU bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi jalan pembuka bagi pertumbuhan ekonomi baru di Kota Baja.
“Prinsipnya, ini untuk kemaslahatan. Ketika jalannya sudah terbangun, akan tumbuh industri baru, perekonomian meningkat, PAD naik, pengangguran berkurang. Semuanya kembali kepada masyarakat,” ujarnya saat ditemui, Selasa (23/9/2025).
Robinsar juga menekankan bahwa proses pengajuan pembangunan melalui sekema pinjaman ke PT. SMI sudah ditempuh sesuai mekanisme. Meski masih menunggu persetujuan DPRD Kota Cilegon, Robinsar memastikan tidak ada yang ditutupi.
“Kalau memang sesuai aturan, kita jalani. Kalau ada regulasi yang belum terpenuhi, ya kita tidak memaksakan. Tahun depan pun bisa kita coba lagi. Tidak ada kepentingan apapun di sini, niatnya untuk kebaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tidak semua daerah bisa mengakses ke PT. SMI. Namun, Cilegon dinilai layak karena memiliki kesiapan dari sisi daerah maupun administratif.
“Makanya kita dapat approval, tinggal menunggu persetujuan dewan,” sambungnya.
Meski begitu, Robinsar mengingatkan agar semua pihak tidak gegabah dalam menyikapi proyek ini.
“Hal baik tetap harus ditunjang dengan mekanisme yang benar. Jangan sampai karena merasa niatnya baik lalu menghalalkan segala cara. Semua harus melengkapi,” tutupnya. [red/Anjab]











