Wali Kota Cilegon Tekankan Pemerataan Akses Gizi Lewat Program Dapur MBG

Oplus_131072

CILEGON – Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan bahwa keberadaan Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) bukan hanya sekadar proyek pembangunan, melainkan upaya nyata untuk menjamin pemerataan akses gizi bagi pelajar dan kelompok masyarakat prioritas.

“Inikan program pemerintah presiden. Harapannya agar bisa segera berjalan dan masyarakat yang berhak mendapatkan bisa segera menerima bantuan ini,” ujar Robinsar saat meresmikan Dapur MBG SPPG Yayasan Nurani Dhuafa Indonesia di Asa Sport Center, Kecamatan Jombang, Selasa (19/8/2025).

Ia menjelaskan, satu dapur mampu memproduksi hingga 4.000 porsi makanan bergizi. Dengan adanya tiga dapur di Jombang, maka sekitar 12.000 penerima manfaat bisa terlayani. Secara keseluruhan, Pemkot Cilegon menargetkan 40 dapur MBG dapat berdiri hingga akhir 2025.

“Kita targetkan dari BGN sendiri di akhir tahun ada 40 SPPG yang akan segera terbangun dan bisa operasional di Kota Cilegon. Karena memang ada proses penyesuaian, insyaallah akhir bulan ini bisa enam dapur, tidak hanya di Jombang, tapi juga Grogol, Purwakarta, dan Cibeber,” jelas Robinsar.

Selain pelajar TK hingga SMA, program ini juga menyasar ibu hamil, menyusui, dan balita dengan porsi makanan senilai Rp15 ribu. Total penerima manfaat diperkirakan mencapai 100 ribu warga Cilegon.

“Kalau dibagi itu harus ada 40 dapur. Kalau hanya untuk pelajar, itu di angka 80 ribu penerima,” tambahnya

Sementara itu, Koordinator Wilayah BGN Cilegon, Lukiah, menekankan pentingnya tata kelola dapur yang sesuai standar agar distribusi gizi benar-benar tepat sasaran.

“Rencana akhir Agustus ini akan ada enam dapur yang berjalan, termasuk tiga di Jombang dan satu di Cibeber. Dua dapur lainnya sudah beroperasi di Grogol dan Purwakarta. Untuk kriteria, setiap dapur wajib memiliki ruang persiapan, pengolahan, kantor ahli gizi, dan akuntan,” Pungkas Lukiah. [red/Anjab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *