Bawaslu Cilegon Gelar Evaluasi Pemilu, Tekankan Pentingnya Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan

Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Ashari memberikan sambutan acara evaluasi pemilu yang digelar Bawaslu Kota Cilegon

CILEGON – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon menggelar kegiatan penguatan kapasitas kelembagaan dengan tema Evaluasi Pemilu dan Tertib Hukum Kepemiluan bertempat di auditorium The Royal Krakatau Hotel Cilegon, Selasa (09/9/2025).

Kegiatan ini melibatkan perguruan tinggi, kelompok mahasiswa Cilegon, tokoh masyarakat, hingga pegiat pemilu sebagai peserta audiensi.

Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Ashari, menegaskan bahwa evaluasi pasca pemilu maupun pilkada penting dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga penyelenggara dalam mengawal demokrasi.

“Bahwasannya lembaga kita bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pemilu dan pilkada kemarin. Oleh sebab itu, melalui provinsi maupun Bawaslu RI, kami menganalisis dan mengorganisasi program kegiatan evaluasi ini yang saya kira sangat penting dilaksanakan,” ujarnya.

Ia menyebut, dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada sebelumnya, peran masyarakat dalam pengawasan menjadi salah satu poin penting yang harus diperkuat ke depan.

“Kalau bicara tentang SDM, memang Bawaslu ini sangat kurang. Tapi itu bukan masalah inti, karena pengawasan kemarin sangat masif dan aktif dilakukan oleh masyarakat. Tinggal bagaimana ke depan Bawaslu bisa mengakomodir pengawas partisipasi ini,” jelasnya.

Menurutnya, catatan-catatan dari masyarakat, mahasiswa, dan pegiat pemilu akan menjadi bahan proyeksi untuk perbaikan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, serta strategi pencegahan pelanggaran di masa mendatang.

“Harapan kami, Bawaslu Kota Cilegon siap mengakomodir catatan-catatan pemilu dan pilkada kemarin. Dengan begitu, ke depan demokrasi bisa lebih berkualitas karena masyarakat tetap bareng-bareng mengawasi jalannya pemilu,” tegas Alam.

Selain kegiatan formal, Bawaslu Kota Cilegon juga berencana terus melakukan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan mahasiswa dan aktivis, serta turun langsung ke masyarakat untuk sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi. [red/Anjab]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *