Perkuat Industri Baja, GMNI Cilegon Gaungkan Kemandirian Ekonomi Nasional

Ketua DPC GMNI Kota Cilegon, Andriansyah

CILEGON — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon kembali menegaskan pentingnya penguatan industri baja nasional sebagai fondasi utama pembangunan dan kemandirian ekonomi bangsa. Organisasi mahasiswa tersebut menilai PT Krakatau Steel merupakan aset strategis nasional yang harus dijaga keberlangsungannya melalui kebijakan yang berpihak pada penggunaan produk dalam negeri.

Di tengah tekanan ekonomi global, tingginya arus impor baja, serta tantangan industri manufaktur nasional, GMNI Kota Cilegon menilai keberpihakan terhadap produksi dalam negeri merupakan langkah konkret dalam menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut GMNI, seluruh kebutuhan pembangunan nasional mulai dari infrastruktur, energi, konstruksi, manufaktur hingga sektor strategis lainnya harus mengutamakan penggunaan baja produksi nasional.

Ketua DPC GMNI Kota Cilegon, Andriansyah, menegaskan bahwa PT Krakatau Steel bukan hanya perusahaan industri biasa, tetapi simbol kemandirian industrialisasi nasional.

“Penguatan Krakatau Steel adalah bagian dari penguatan martabat ekonomi nasional. Negara harus memastikan industri strategis nasional mendapatkan ruang yang adil dalam memenuhi kebutuhan pembangunan nasional. Penggunaan produk dalam negeri adalah bentuk nyata keberpihakan terhadap rakyat, tenaga kerja, dan masa depan industri Indonesia,” ujar Andriansyah, Senin (18/05/2026).

Berdasarkan laporan terbaru tahun buku 2025 yang diumumkan pada April 2026, PT Krakatau Steel berhasil membukukan laba bersih sebesar USD 339,64 juta atau setara Rp5,68 triliun. Pendapatan perusahaan tercatat mencapai USD 959,84 juta atau sekitar Rp16,05 triliun, dengan volume penjualan baja mencapai 944.562 ton, meningkat sekitar 29 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, total aset perusahaan tercatat sebesar USD 2,77 miliar atau setara Rp46,24 triliun, sementara liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04 persen sebagai hasil restrukturisasi keuangan perusahaan.

Tidak hanya itu, pada 2026 manajemen PT Krakatau Steel menargetkan pendapatan perusahaan mencapai Rp20 triliun, seiring optimalisasi fasilitas produksi dan penguatan kapasitas industri nasional. Target tersebut didorong oleh kembali normalnya operasional fasilitas produksi serta strategi peningkatan efisiensi perusahaan.

Andriansyah juga menilai kebangkitan PT Krakatau Steel akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing industri nasional, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah persaingan global.

Organisasi tersebut turut mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pelaku industri agar konsisten menjalankan kebijakan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) secara nyata, terukur, dan berpihak kepada industri nasional.

Lebih lanjut Andriansyah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal agenda kemandirian industri nasional.

“Melalui kajian kami menilai kebangkitan industri nasional hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa memiliki keberanian untuk mengutamakan hasil produksi sendiri dan memperkuat kekuatan ekonomi nasional dari dalam negeri,” tukas Andriansyah. [red/*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *