CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon terus memaksimalkan penataan kota agar masyarakat memiliki ruang publik yang nyaman sekaligus sarana edukasi sejarah. Salah satunya melalui revitalisasi Monumen Geger Cilegon yang kini dibangun lebih representatif.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa monumen tersebut tidak sekadar simbol, tetapi menjadi ruang belajar penting bagi generasi mendatang.
“Geger Cilegon itu sejarah besar. Bagaimana warga, para ulama, kiai, santri, dan petani bersatu melawan penjajahan dan ketidakadilan. Anak cucu kita harus tahu bagaimana perjuangan masyarakat Cilegon dulu. Monumen ini akan menjadi pengingat sekaligus tempat belajar,” ujar Robinsar. Saat di konfirmasi Selasa (23/09/2025)
Monumen yang sebelumnya kurang terawat itu kini ditata dengan desain baru agar bisa menjadi destinasi wisata sejarah.
“Sebelumnya, Monumen Geger Cilegon kurang terawat. Parkirnya tidak ada, tempatnya biasa saja. Sekarang kita tata agar masyarakat bisa berkunjung, duduk dengan nyaman, sambil membaca dan mempelajari sejarah. Nantinya sekolah-sekolah, mulai dari TK, SD, sampai SMP, bisa menjadikannya sebagai lokasi wisata edukasi,” jelasnya.
Pembangunan tersebut melibatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB untuk penataan trotoar depan, sementara dukungan industri juga tengah dijajaki guna melengkapi taman belakang. Targetnya, revitalisasi monumen bisa rampung sebelum akhir tahun.
“Targetnya secepatnya, semoga November sudah selesai, sehingga tahun ini bisa langsung dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Selain monumen, Pemkot Cilegon juga fokus menata kawasan landmark, termasuk jalur dari Landmark Cilegon hingga Al-Hadid, serta kawasan Taman Layak Anak dan Taman Simpang. Dengan alokasi anggaran lebih dari Rp2 miliar, area tersebut akan dikembangkan menjadi plaza terbuka.
“Intinya, kita ingin menghadirkan ruang terbuka kota yang nyaman, sekaligus menjaga warisan sejarah agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tutup Robinsar. [red/Anjab]











