CILEGON – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Cilegon, Erza Erdiansyah menegaskan bahwa perjuangan utamanya pasca pelantikan adalah memastikan keberadaan sekretariat dan bumi perkemahan bagi gerakan pramuka di kota baja.
Erza mengaku miris ketika mendengar Kwarcab Pramuka Cilegon pernah diusir dari lokasi yang disewa untuk kantor sekretariat pada periode sebelumnya. Kini, pihaknya menempati lokasi pinjaman di salah satu sekolah negeri.
“Harapan saya sih bisa terwujud walaupun kapanpun, atau kantor bekas pun kita siap lah,” ungkap Erza pasca pelantikan Kwarcab Pramuka Cilegon, Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, meski saat ini masih menempati sekretariat pinjaman, pihaknya tetap akan memperjuangkan dukungan penuh dari pemerintah.
“Kita sama-sama sinergi sama Kak Wali dan Kak Wakil, semoga enggak diusir kembali. Kita perjuangkan,” terangnya.
Selain sekretariat, kebutuhan bumi perkemahan juga menjadi agenda penting yang kembali ia usulkan. Menurut Erza, pramuka bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari kurikulum wajib yang harus ditopang dengan sarana memadai.
“Dengan sekarang jadi kurikulum wajib, saya berharap Pemerintah Kota Cilegon juga meninjau kembali itu untuk dipercepat untuk bumi perkemahan,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Cilegon Robinsar menyebut akan menyesuaikan dengan kondisi anggaran daerah.
“Nanti kita lihat situasinya, kan kita juga masih banyak persoalan. Kebutuhan fiskal yang terbatas, kita prioritaskan terhadap yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kata Robinsar. [red/Anjab]











